Sabtu, 14 Mei 2016

Perkembangan Peserta Didik
Oleh:
Ferdi Ferianto Kadafuk

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Tiap pendidik bertugas untuk membimbing dan mengarahkan perkembangan pribadi,perkembangan mental dan moral anak didik. Anak didik adalah obyek dan subyek sekaligus dalam pendidikan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tiap pendidik adalah orang yang selalu menggumuli psikologi pendidikan,karena segala tindakannya dalam proses pendidikan yang dilakukan berdasarkan atas suatu pandangan atau keyakinan yang bersifat psikologis.
Maka dari itu, penulis akan mencoba mendefinisikan apa itu perkembangan dan pandangan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget.

B. Tujuan

1.      Mengetahui pengertian perkembangan.
2.      Mempelajari tentang pandangan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget
3.      Memberikan informasi kepada pembaca terutama calon guru sehingga dapat mengetahui pentingnya mempelajari peserta didik.








ISI
A.    PERKEMBANGAN

DEFINISI PERKEMBANGAN
·         Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi ( Santrok Yussen. 1992). Dengan demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang mengakibatkan adanya perubahan dalam diri individu.
·         Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman dan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif ( E.B. Harlock ). Dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.
·         Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya ( Kasiram, 1983 : 23), mengandung arti bahwa perkembangan merupakan perubahan sifat individu menuju kesempurnaan yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.
·               Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian perkembangan yaitu suatu proses untuk  menjadi lebih baik yang terjadi dari proses terbentuknya individu sampai akhir hayat dan berlangsung secara terus menerus.

           

B.     PANDANGAN PIAGET TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF

Lahir pada tahun 1896 di Swiss. Ia bekerja pada Instutut Rousseau untuk penelitian anak di Genewa. Jean Piaget, merancang model yang mendeskripsikan bagaimana manusia memahami dunianya dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi. Menurut Piaget seperti yang dikutip Woolfolk (2009) perkembangan kognitif dipengaruhi oleh  maturasi (kematangan), aktivitas dan transmisi sosial. Maturasi atau kematangan berkaitan dengan perubahan biologis yang terprogram secara genetik. Aktivitas berkaitan dengan kemampuan untuk menangani lingkungan dan belajar darinya. Transmisi sosial berkaitan dengan interaksi dengan orang-orang di sekitar dan belajar darinya.
Penelitian Piaget ini memberikan garis besar dalam system kognitif anak pada tahap –tahap perkembangannya.pada akhirnya Piaget melihat bahwa pola itu mengikuti sistim sebagai berikut:
FASE PERKEMBANGAN KOGNITIF
UMUR
FASE
0-2 th
Sensori - motor
2-7 th
Intuitif atau pra-operasional
7-11 th
Operasi konkrit
11-16 th
Operasi formal

Fase perkembangan kognitif dilalui anak secara berurutan. Dalam tiap fase anak memerlukan pengalaman secukupnya,disamping itu ia memerlukan waktu yang secukupnya pula untuk mengolah pengalaman itu.
Sebagai pendidik kita hendaknya mengetahui “isi” tiap fase tersebut. Dengan demikian kita akan mengetahui apa yang hendak kita ajarkan dan bagaimana cara mengajarnya.
A.    Fase Sensori – motor ( umur 0 – 2 tahun)
Aktivitas sensori-motor didasarkan atas pengalaman langsung melalui panca indra dan lingkungan. Anak terikat pada pengalaman langsung,tetapi belum dapat mengkelompokkan atau mengkategorikan pengalamannya.
B.     Fase intuitif atau pra – operasional (2-7 tahun)
Anak tidak lagi terikat pada lingkungan sensori yang dekat. Dalam fase ini kemampuan itu maju pesat. Kesanggupan menyimpan tanggapan (missal : kata – kata dan bentuk – bentuk tata bahasa). Fase ini penting untuk perkembangan bahasa. Dianjurkan orang dewasa banyak melakukan komunikasi dengan anak. Pada fase ini anak telah mampu menerima khayalan dan pengertian yang tidak logis,ia dapat mempunyai teman khayalan dan tidak terikat pada realitas.
C.     Fase operasi konkrit (7-11 tahun)
Dalam fase konkrit,anak sudah mulai logis cara berpikirnya,ia mulai mengenal adanya hubungan fungsional.
D.    Fase operasi formal (11-16 tahun)
Fase ini ditandai dengan masa pubertas,dimana anak – anak dapat mengembangkan pola –pola berpikir formal sepenuhnya. Mereka dapat menangkap arti ,kesamaan,perbedaan.

C.    Pentingnya Mempelajari Perkembangan Peserta Didik
Berikut ini adalah beberapa hal yang mendasari pentingnya mempelajari perkembangan peserta didik. Pertama, kita akan mempunyai ekspektasi yang nyata tentang peserta didik, misalnya akandiketahui pada umur berapa peserta didik mulai berbicara dan mulai mampu berpikir abstrak atau akan diketahui pula pada umur berapa peserta didik tertentu akan memperoleh keterampilan perilaku dan emosi khusus. Kedua, pengetahuan tentang perkembangan peserta didik akan membantu kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu dari peserta didik. Ketiga,pengetahuan tentang perkembangan peserta didik akan membantu kita mengenali penyimpangan dari perkembanagan peserta didik itu sendiri.







Daftar Pustaka

Soeitoe, Samuel.1982.  Psikologi Pendidikan Untuk Para Pendidik dan Calon Pendidik.Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Makalah yang di susun Change Agen pada 12 maret 2011